
MONYET PALING GANTENG
di alam semesta
Di suatu hutan yang masih rimbun. Berbagai pohon tumbuh, enggak hanya sawit. Berbagai hewan hidup dan menjalankan rantai makanan sebagaimana mestinya. Hiduplah monyet paling ganteng di alam semesta ini.
Dengan privilege tersebut, dia menebar pesona ke seluruh hutan. Sehingga, tidak hanya monyet betina yang naksir, Keong betina pun naksir. Kadal betina, naksir. Kuda betina, naksir.
Nyasir seluruh penduduk hutan, naksir beliau. Kegiatan dia tiap hari, ya… gitu. Jalan-jalan, tebar pesona, salto, loncat, koprol, park hour, dll.
Suatu hari, turun dari langit sebuah “kaca retak.” Bukan saya patah ya, tapi kaca. Cara turunnya sama dengan Death Note yang dilempar Shinigami, dari langit Jepang. Jatuh. Tepat. Di depan. Monyet Paling Ganteng.
Monyet itu segera mengambilnya. Selama ini ia hanya melihat wajahnya dari pantulan air. Itu saja sudah kelihatan tampan rupawan. Bagaimana sebenarnya? Berapa level ketampanannya? Mari kita buktikan dengan melihat cermin ini.
Betapa hancur hati monyet. Begitu melihat wajahnya di cermin, wajahnya nampak banyak codet disini-sana. Ya, cermin itu retak, makanya wajahnya hancur disana. Monyet langsung pingsan, menggigil, panas-dingin. Seperti baru melihat monster paling menjijikkan.
Di dalam mimpinya, monyet betina mulai menjauhinya. Menatap jijik dan risih. Keong, Kadal, dan Kuda yang biasanya menatap kagum, juga terlihat meludah.
5 jam kemudian monyet bangun dalam keadaan lemas. Dia berjalan lunglai mencari makanan. Ketika berpapasan dengan monyet betina, dia minder. Bahkan ketika disapa, dia malah lari. “SOMBONG AMATTT,” teriak monyet betina.
Keong betina melihat monyet kasihan. Dia mulai memanggilnya. Tapi monyet ini malah lari. Emosi donk Keongnya. Kadal dan Kuda juga emosi, mereka mendapat perlakuan yang sama.
Monyet itu terasing dalam sekejap. Oleh cermin retak dan persepsinya sendiri. Branding ganteng lintas spesies yang dibangun selama ini: RUNTUH.

Tinggalkan komentar