MENULIS, Kutukan STUCK dan Jebakan MOODY

Tanggal 29 Mei kemarin saya sangat bersemangat mengikuti GERIMIS. Setelah sekian lama saya tidak menulis, akhirnya saya akan menulis, BEBAS.

INSTAGRAM

Saya membayangkan, beberapa fiksi funny yang saya ceritakan ke anak sebelum tidur, akan saya tulis semua. Akan saya sebarkan cerita sebelum tidur itu kepada semua bapack2 di dunia sana yang setengah mati ketika anaknya meminta, “cerita sebelum tidur donk..”

Setelah saya memenuhi syarat mengikuti GERIMIS itu, saya langsung duduk di depan laptop. Menuliskan satu judul andalan saya: LADYBUG dan kisah melepaskan 7 kesedihan. Baru menuliskan 1 kesedihan, nge-BLANK. Seharian. Sampai minta bantuan chatGPT untuk menyebutkan semua kesedihan yang mungkin dialami manusia.

Saya menyerah. Saya mencoba mengambil judul lain: Pembagian Generasi dan Bagaimana Gen Tumbuh atau Membersamai Tumbuhnya. Panjang ya? Karena maunya menulis sepanjang itu. Sedetail itu.
ITA ITU, ita itu… mana..??!! Kagak ada yang jadi.

Nyerah lagi bahkan sampai kepikiran untuk memuat cerita lama saya: ELSA, Kambing, dan Srigala. FIKSI FUNNY yang saya upload di berfiksi.medium.com. Satu cerita yang bikin istri bilang waw, ini bagus banget, bisa dapet uang g dari menulis cerita seperti ini?

Saya termenung cukup lama. Sampai 3 hari tidak dapat ide menulis. 3 hari hanya duduk di depan laptop. Menulis satu dua paragraf, menghapus tiga paragraf. Sampai dapat minus 5 dari juri cerdas cermat. Padahal g ikutan lomba… hua…

Di sepanjang jalan menuju kantor, ke fisio terapi, nganter anak, sholat ke masjid, dll saya mengenang masa dimana saya lancar menulis. Masa sebelum ada chatGPT. Kemudian saya mencoba mengingat, apa yang membuat saya bisa menulis?

Dan ini kuncinya: TILAWAH

Dahulu kala, saat masih SMA, Kuliah, kemudian Kerja. Sebelum menulis, saya membaca alquran dulu. Semakin Panjang dan lama bacaan, semakin bagus kualitas tulisan yang saya buat.

Kunci kedua: MEMBACA

Seorang penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik. Tidak membaca berarti tidak punya bahan tulisan. Tidak punya role model. Tidak ada inspirasi. Tidak ada tulisan.

Yang ketiga

Nah ini, saya serahkan kepada netizen yang bijak. Apa tips menulis yang baik selain dua yang saya sebutkan di atas? Komen donk…

Related Post

No comments

Tinggalkan komentar